Panduan Lengkap Wisata Hiroshima dan Miyajima Destinasi Utama Wilayah Chugoku Nilai Sejarah dan Keindahan Alam Pesisir


Terletak di wilayah barat Pulau Honshu, Prefektur Hiroshima dan Pulau Miyajima menyajikan salah satu kombinasi perjalanan wisata paling berkesan di Jepang. Hiroshima berdiri sebagai metropolitan modern yang tangguh, bangkit dari tragedi masa lalu untuk menyuarakan pesan perdamaian abadi kepada seluruh dunia. 

Sementara itu, Pulau Miyajima yang terletak tepat di seberang perairannya menawarkan keindahan alam pulau suci dengan gerbang kayu merah ikonik yang seolah mengapung anggun di atas permukaan laut.

Perpaduan antara wisata edukasi sejarah yang menggugah emosi dan keindahan lanskap spiritual pesisir pantai menjadikan kedua destinasi ini sebagai rujukan wajib bagi wisatawan domestik maupun internasional. 

Di sini Anda dapat menyusuri kompleks taman memorial yang tenang, menjelajahi bangunan kuil peninggalan masa lalu di tengah hutan rindang, serta menikmati kelezatan kuliner tiram bakar segar dan olahan pancake khas yang tersohor.

Agar perencanaan perjalanan liburan Anda menyusuri wilayah Chugoku berlangsung secara efisien, aman, dan memuaskan, artikel ini merangkum panduan komprehensif mengenai destinasi unggulan, nilai sejarah budaya, kekayaan kuliner lokal, rute transportasi, hingga tips taktis berwisata di Hiroshima dan Miyajima.

Eksplorasi Sejarah dan Pesan Perdamaian di Kota Hiroshima

Kota Hiroshima menyimpan narasi sejarah modern yang sangat penting. Seluruh area pusat kota yang dahulu hancur kini telah ditata ulang menjadi kawasan hijau yang sangat asri dan dipenuhi oleh monumen memorial:

  1. Taman Perdamaian Hiroshima dan Museum Memorial (Hiroshima Peace Memorial Park) Taman terbuka yang luas ini dibangun tepat di area pusat ledakan bom atom pada tanggal 6 Agustus 1945. Di dalam kawasan taman berdiri Museum Memorial Perdamaian Hiroshima yang menyimpan berbagai koleksi barang peninggalan para korban, dokumentasi foto sejarah, serta kronologi mendalam mengenai dampak ledakan. Kunjungan ke dalam museum ini menyajikan pengalaman edukasi yang sangat mendalam dan menyentuh rasa kemanusiaan. Di luar museum, terdapat Monumen Perdamaian Anak anak (Children's Peace Monument) yang dihiasi oleh ribuan bangau kertas warna warni (origami) yang dikirimkan oleh anak sekolah dari seluruh dunia sebagai lambang doa keselamatan.

  2. Monumen Kubah Bom Atom (Atomic Bomb Dome) Dikenal juga dengan sebutan Genbaku Dome, bangunan ini merupakan salah satu dari sedikit struktur kerangka beton yang berhasil bertahan dari kedahsyatan ledakan di titik episentrum. Dibiarkan berdiri kokoh dalam kondisi reruntuhan aslinya, situs Warisan Dunia UNESCO ini menjadi simbol pengingat visual yang sangat kuat akan bahaya senjata nuklir dan pentingnya menjaga perdamaian dunia.

  3. Kastil Hiroshima (Hiroshima Castle) Dikenal dengan julukan Kastil Burung Carp (Carp Castle), bangunan kayu berlantai lima ini awalnya didirikan pada akhir abad keenam belas oleh klan Mouri. Meskipun bangunan aslinya hancur pada tahun 1945, bagian menara utama kastil telah direkonstruksi kembali secara sempurna pada tahun 1958. Di dalam menara kastil terdapat museum interaktif mengenai sejarah era samurai di Hiroshima, lengkap dengan area pengamatan di lantai puncak yang menawarkan pemandangan panorama kota dari ketinggian.

  4. Taman Tradisional Shukkeien (Shukkeien Garden) Taman lanskap tradisional Jepang yang dibangun pada era Edo ini memiliki konsep miniatur lanskap alam. Di dalam taman terdapat kolam air besar yang dikelilingi oleh jembatan kayu, kedai teh tradisional, serta rimbunnya pepohonan musiman. Tempat ini sangat cocok untuk beristirahat sejenak menikmati ketenangan alam setelah menyusuri area museum sejarah.

Keajaiban Spiritual dan Lanskap Laut di Pulau Miyajima

Hanya memakan waktu penyeberangan singkat menggunakan kapal feri dari pesisir Hiroshima, Pulau Miyajima menyambut pengunjung dengan atmosfer alami di mana manusia dan kawanan rusa liar hidup berdampingan secara harmonis:

  1. Kuil Itsukushima dan Gerbang Torii Terapung (Itsukushima Shrine) Kuil Itsukushima merupakan panggung kayu megah yang didirikan di atas tiang tiang pancang di area pasang surut laut Teluk Hirowan. Atraksi utama yang paling tersohor di seluruh dunia adalah Gerbang Torii raksasa berwarna merah menyala yang berdiri di tengah perairan. Saat air laut sedang pasang puncak, seluruh kompleks kuil dan gerbang kayu ini terlihat seolah olah mengapung secara ajaib di atas air laut. Sebaliknya, saat air laut surut sepenuhnya, pengunjung dapat berjalan kaki melintasi dasar laut yang kering untuk menyentuh langsung kaki gerbang torii raksasa tersebut.

  2. Gunung Misen dan Kereta Gantung Miyajima Ropeway Gunung Misen merupakan puncak tertinggi di Pulau Miyajima yang dianggap suci sejak zaman kuno. Anda dapat menaiki kereta gantung Miyajima Ropeway untuk melintasi kawasan hutan lebat hingga mendekati puncak gunung. Dari area platform pengamatan di puncak Gunung Misen, Anda dapat menyaksikan pemandangan indah gugusan pulau pulau kecil di Laut Pedalaman Seto (Seto Inland Sea).

  3. Kuil Daisho-in Terletak di kaki Gunung Misen, Kuil Daisho-in adalah salah satu kuil Buddha paling penting dari sekte Shingon di Miyajima. Kompleks kuil ini dihiasi oleh ratusan patung murid Buddha (Rakan) berukuran kecil yang mengenakan topi rajut warna warni, jalur tangga berderet roda doa mani, serta taman batu yang sangat tenang.

Surga Kuliner Khas Hiroshima dan Miyajima

Kunjungan ke wilayah ini menjanjikan petualangan rasa kuliner yang sangat khas dan berbeda dari wilayah Jepang lainnya:

  • Okonomiyaki Gaya Hiroshima (Hiroshima-yaki): Berbeda dengan okonomiyaki gaya Kansai yang mencampur seluruh bahan dalam adonan, Hiroshima-yaki dimasak berlapis lapis di atas panggangan besi panas. Adonan tipis dijadikan dasar, lalu ditumpuk dengan kubis iris melimpah, daging babi, mie (soba atau udon), telur dadar, dan disiram saus gurih manis khas. Anda dapat menemukan puluhan kedai okonomiyaki berjejer di dalam gedung khusus bernama Okonomimura di pusat kota Hiroshima.

  • Tiram Bakar Segar Miyajima (Kaki): Perairan dingin di sekitar Hiroshima merupakan penghasil tiram laut terbesar di Jepang. Di sepanjang jalanan pasar tradisional Pulau Miyajima, Anda dapat menikmati tiram segar berukuran besar yang dipanggang langsung di atas arang, disajikan bersama perasan jeruk ponzu yang segar.

  • Kue Momiji Manju: Momiji Manju adalah kue bolu lembut berbentuk daun maple yang menjadi oleh oleh paling ikonik dari Miyajima. Kue ini tradisionalnya diisi dengan pasta kacang merah manis, namun kini tersedia dalam berbagai varian rasa modern seperti cokelat, krim keju, matcha, dan varian goreng renyah (Age-Momiji).

Akses Transportasi Menuju Hiroshima dan Miyajima

Koneksi transportasi menuju Hiroshima sangat cepat dan teratur dari berbagai kota utama di Jepang:

  1. Menggunakan Kereta Shinkansen Hiroshima dihubungkan langsung oleh jaringan kereta cepat Sanyo Shinkansen. Perjalanan menggunakan kereta Shinkansen dari Stasiun Shin-Osaka menuju Stasiun Hiroshima memakan waktu sekitar satu jam tiga puluh menit. Sementara perjalanan dari Stasiun Hakata Fukuoka memakan waktu sekitar satu jam.

  2. Menuju Pulau Miyajima dari Stasiun Hiroshima Dari Stasiun Hiroshima, naik kereta lokal JR Sanyo Line menuju Stasiun Miyajimaguchi dengan waktu tempuh sekitar dua puluh lima menit. Dari Stasiun Miyajimaguchi, berjalan kakilah lima menit menuju dermaga feri, lalu lanjutkan penyeberangan naik kapal JR Ferry selama sepuluh menit menuju dermaga Pulau Miyajima.

  3. Kartu Terusan Transportasi Jika Anda memegang kartu terusan JR Pass atau JR Kansai-Hiroshima Area Pass, biaya perjalanan kereta Shinkansen, kereta lokal JR Sanyo Line, serta kapal penyeberangan JR Ferry menuju Miyajima sudah tercover penuh tanpa biaya tambahan.

Tips Taktis Berwisata di Hiroshima dan Miyajima

  1. Cek Jadwal Pasang Surut Air Laut Sebelum menyeberang ke Pulau Miyajima, selalu periksa tabel pasang surut air laut (tide table) secara online. Jika Anda ingin mengabadikan foto gerbang torii merah mengapung di atas air, datanglah saat jam air pasang puncak. Jika ingin berjalan kaki mendekati gerbang, datanglah saat jam air surut puncak.

  2. Jaga Barang Bawaan dari Rusa Liar Rusa liar yang berkeliaran bebas di Pulau Miyajima sangat ramah namun memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap barang berbahan kertas dan plastik. Simpan peta wisata, tiket kereta, serta plastik makanan di dalam tas yang tertutup rapat agar tidak dimakan oleh kawanan rusa.

  3. Gunakan Sepatu Olahraga yang Nyaman Menjelajahi kawasan taman memorial yang luas di pusat kota serta menyusuri jalur tangga batu berbukit di Pulau Miyajima membutuhkan banyak aktivitas berjalan kaki. Gunakan sepatu kets yang empuk agar kaki tetap terasa nyaman sepanjang hari.

Jojo

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama