Wisata Nikko dan Kamakura Destinasi Budaya Paling Bersejarah Dua Kota Kuno Penjaga Tradisi dekat Tokyo


Terletak tidak jauh dari kemegahan metropolitan Tokyo, Prefektur Tochigi dan Kanagawa menyimpan dua kawasan bernilai sejarah tinggi yang menjadi pelindung warisan feodal Jepang. 

Dua destinasi ikonik tersebut adalah Kota Nikko dan Kota Kamakura. Nikko hadir di kawasan utara dengan lanskap pegunungan yang megah, hutan pinus kuno yang tenang, serta kompleks kuil megah bermandikan ornamen ukiran emas yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para shogun klan Tokugawa. 

Sementara itu, Kota Kamakura yang terletak di pesisir selatan menyajikan pesona sejarah kedudukan pemerintahan militer samurai pertama di Jepang, dikelilingi oleh puluh kuil Zen yang teduh, patung Buddha raksasa dari perunggu, serta garis pantai yang menjadi surga bagi para pecinta olahraga selancar.

Kombinasi antara keanggunan arsitektur spiritual di tengah hutan pegunungan Nikko dan ketenangan atmosfer pesisir pantai berbukit di Kamakura menciptakan perjalanan wisata harian yang sangat sempurna dari Tokyo. 

Di sini Anda dapat menyusuri gerbang kayu berukir yang rumit, berjalan di bawah naungan pohon cemara berusia ratusan tahun, mencicipi sajian kuliner olahan kembang tahu tradisional, hingga menikmati pemandangan Samudra Pasifik yang membentang luas dari atas bukit.

Agar rencana perjalanan liburan Anda menyusuri kawasan sekitar Tokyo ini berjalan dengan efisien, aman, dan memuaskan, artikel ini merangkum panduan komprehensif mengenai destinasi unggulan, nilai sejarah budaya, kekayaan kuliner lokal, rute transportasi, hingga tips taktis berwisata di Nikko dan Kamakura.

Eksplorasi Keagungan Arsitektur dan Kemegahan Alam di Nikko

Sebagai kawasan yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Nikko menawarkan perpaduan antara kemegahan arsitektur feodal klan Tokugawa dan lanskap pegunungan yang sangat memukau:

  1. Kuil Nikko Toshogu (Toshogu Shrine) Kuil Toshogu merupakan kompleks makam megah yang didedikasikan untuk Tokugawa Ieyasu, pendiri kekaisaran Shogun Tokugawa yang menyatukan Jepang. Berbeda dengan mayoritas kuil di Jepang yang bergaya sederhana dan minimalis, Kuil Toshogu menampilkan arsitektur yang amat sangat mewah dengan ribuan ukiran kayu berhias lembaran emas murni dan warna warna cerah. Di kompleks kuil ini, Anda dapat menemukan ukiran kayu legendaris Tiga Monyet Bijak (Three Wise Monkeys) yang memperagakan filosofi tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak berbicara buruk, serta ukiran Kucing Tidur (Nemuri-neko) yang melambangkan kedamaian abadi.

  2. Jembatan Shinkyo (Shinkyo Bridge) Berdiri melintasi Sungai Daiya yang jernih di gerbang masuk kawasan kuil, Jembatan Shinkyo adalah jembatan kayu berwarna merah menyala yang dianggap sebagai salah satu jembatan paling indah di seluruh Jepang. Dahulu hanya para shogun dan utusan kekaisaran yang diizinkan melintasi jembatan sakral ini. Pemandangan jembatan merah yang berpadu dengan kontrasnya warna dedaunan musim gugur menciptakan lanskap fotografi yang sangat memukau.

  3. Danau Chuzenji dan Air Terjun Kegon (Lake Chuzenji & Kegon Falls) Terletak di kawasan dataran tinggi Oku-Nikko di kaki Gunung Nantai, Danau Chuzenji menawarkan pemandangan telaga air tawar yang sangat tenang. Tidak jauh dari danau, mengalir Air Terjun Kegon yang memiliki ketinggian hampir seratus meter. Air terjun ini merupakan salah satu dari tiga air terjun paling indah di Jepang. Anda dapat menaiki lift khusus menuju dek pengamatan di dasar jurang untuk merasakan hempasan embun air dan mendengar gemuruh air terjun yang amat spektakuler.

  4. Kawasan Wisata Kanmangafuchi Abyss Kanmangafuchi Abyss adalah jalur pejalan kaki yang menyusuri tepi ngarai sungai hasil lelehan lava Gunung Nantai. Daya tarik utama tempat ini adalah deretan puluhan patung batu Buddha (Jizo) yang mengenakan topi dan celemek rajut berwarna merah. Konon jumlah patung Jizo di tempat ini selalu berubah setiap kali Anda mencoba menghitungnya kembali.

Pesona Kota Samurai Kuno dan Patung Buddha Raksasa di Kamakura

Terletak melingkari pesisir Teluk Sagami, Kota Kamakura menyimpan jejak sejarah sebagai ibu kota pemerintahan militer samurai pimpinan Minamoto no Yoritomo pada abad keduabelas:

  1. Patung Buddha Raksasa Kamakura Daibutsu (Kotoku-in Temple) Terletak di Kuil Kotoku-in, Kamakura Daibutsu merupakan patung perunggu raksasa Dewa Amida Buddha berukuran tinggi lebih dari sebelas meter dengan berat mencapai seratus belas ton. Didirikan pada pertengahan abad ketigabelas, patung ini awalnya berada di dalam aula kayu raksasa. Namun setelah aula kayu tersebut hancur diterjang badai dan gelombang tsunami pada abad kelimabelas, patung perunggu ini tetap berdiri kokoh secara terbuka di luar ruangan hingga saat ini. Pengunjung bahkan dapat memasuki bagian dalam perut patung perunggu yang berongga.

  2. Kuil Hase-dera (Hasedera Temple) Terletak di lereng bukit yang menghadap langsung ke arah laut lepas, Kuil Hase-dera terkenal dengan patung kayu Dewi Kannon berkepala sebelas setinggi sembilan meter yang dilapisi sepuhan emas murni. Kompleks kuil ini dikelilingi oleh taman bunga musiman yang sangat indah, kolam ikan koi, serta ratusan patung Jizo kecil yang dipersembahkan oleh para orang tua. Dari teras pengamatan di bagian atas kuil, Anda dapat menikmati pemandangan lanskap Kota Kamakura dan pantai pesisir laut yang membentang luas.

  3. Kuil Tsurugaoka Hachimangu Kuil Tsurugaoka Hachimangu merupakan kuil Shinto paling penting di Kamakura yang didedikasikan untuk Hachiman, dewa pelindung klan samurai Minamoto dan dewa perang. Kompleks kuil ini dihubungkan oleh jalur pejalan kaki melintasi pusat kota yang dinaungi oleh deretan pohon sakura. Di sini terdapat panggung pertunjukan seni tradisional, kolam teratai yang luas, serta tangga batu tinggi menuju aula utama kuil.

  4. Jalanan Belanja Komachi-dori (Komachi-dori Street) Berjalan dari Stasiun Kamakura menuju Kuil Tsurugaoka Hachimangu, Komachi-dori adalah jalanan pusat perbelanjaan yang sangat ramai. Di sepanjang jalan ini Anda dapat menemukan deretan toko suvenir, kerajinan kayu ukir khas Kamakura (Kamakura-bori), kafe estetis, serta jajanan kaki lima lokal yang sangat menggugah selera.

Surga Kuliner Khas Nikko dan Kamakura

Kunjungan ke Nikko dan Kamakura menyajikan kelezatan olahan hidangan tradisional yang sarat akan bahan alami lokal:

  • Yuba Nikko (Kembang Tahu Tradisional): Yuba adalah lapisan tipis yang terbentuk saat merebus susu kedelai murni secara perlahan. Di Nikko, Yuba disajikan dalam berbagai macam bentuk hidangan lezat, mulai dari gulungan kembang tahu goreng basah, topangan sup mi soba atau udon, hingga diolah menjadi es krim lembut bercita rasa gurih manis.

  • Daging Sapi Tochigi dan Manisan Yokan: Prefektur Tochigi sangat tersohor dengan produk daging sapi berkualitas tinggi serta manisan tradisional Yokan yang terbuat dari pasta kacang merah manis padat khas Nikko.

  • Hidangan Shirasu Kamakura (Ikan Teri Segar): Sebagai kota pelabuhan pesisir, Kamakura sangat terkenal dengan hidangan Shirasu, yaitu ikan teri putih kecil yang ditangkap segar dari laut. Shirasu disajikan di atas semangkuk nasi hangat (Shirasu-don) dalam keadaan mentah yang manis atau dikukus gurih, sering dikombinasikan bersama irisan alpukat dan telur mentah.

  • Kue Biskuit Hato Sabure Kamakura: Hato Sabure adalah kue kering biskuit mentega berbentuk burung merpati yang menjadi oleh oleh paling legendaris dari Kamakura sejak era Meiji. Biskuit ini memiliki tekstur garing renyah dengan cita rasa gurih mentega yang sangat pekat.

Akses Transportasi Menuju Nikko dan Kamakura

Koneksi jalur transportasi dari pusat Kota Tokyo menuju Nikko dan Kamakura sangat praktis dan mudah diakses:

  1. Akses Perjalanan Menuju Nikko dari Tokyo Dari Stasiun Tobu-Asakusa di Tokyo, Anda dapat menaiki kereta ekspres Tobu Railway Limited Express Spacia atau Revaty langsung menuju Stasiun Tobu-Nikko dengan waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam lima puluh menit. Jika Anda menggunakan pemegang kartu terusan JR Pass, Anda dapat menaiki kereta Shinkansen dari Stasiun Tokyo atau Ueno menuju Stasiun Utsunomiya, lalu berpindah ke kereta lokal JR Nikko Line menuju Stasiun Nikko dengan total waktu tempuh sekitar dua jam.

  2. Akses Perjalanan Menuju Kamakura dari Tokyo Akses menuju Kamakura sangat cepat. Dari Stasiun Tokyo atau Stasiun Shinjuku, Anda dapat menaiki kereta JR Yokosuka Line atau JR Shonan-Shinjuku Line langsung menuju Stasiun Kamakura tanpa perlu berganti kereta dengan waktu tempuh perjalanan hanya sekitar lima puluh lima menit.

  3. Kereta Trem Listrik Enoden di Kamakura Untuk menjelajahi destinasi pesisir pantai antara Kamakura dan Pulau Enoshima, naiklah kereta trem listrik jalanan bergaya retro Enoshima Electric Railway (Enoden). Jalur trem bergaya klasik ini melintas tepat di samping perumahan warga lokal dan sepanjang garis pantai pesisir laut yang sangat romantis.

Tips Taktis Berwisata di Nikko dan Kamakura

  1. Manfaatkan Kartu Terusan Tobu Nikko Pass Jika Anda memilih berangkat menuju Nikko menggunakan jaringan kereta Tobu Railway, belilah NIKKO PASS World Heritage Area atau NIKKO PASS All Area. Kartu terusan ini mencakup tiket kereta pulang pergi dari Tokyo serta akses naik turun bus kota sepuasnya di wilayah Nikko dengan biaya yang jauh lebih hemat.

  2. Beli Tiket Terusan Enoden Noriorikun di Kamakura Untuk kemudahan menjelajahi area pesisir Kamakura, belilah tiket terusan harian Enoden 1-Day Pass (Noriorikun). Tiket ini memberikan Anda kebebasan naik dan turun di seluruh stasiun jalur trem Enoden sepanjang hari tanpa batas.

  3. Kunjungi Lokasi Lebih Pagi untuk Hindari Keramaian Kedua kota ini merupakan destinasi favorit bagi wisatawan internasional maupun rombongan sekolah lokal. Datanglah lebih pagi sekitar pukul delapan pagi di Kuil Toshogu Nikko atau Patung Buddha Raksasa Kamakura untuk menikmati atmosfer keheningan kuil sebelum dipadati oleh ribuan pengunjung.

  4. Kenakan Sepatu Berjalan yang Sangat Nyaman Kawasan kuil di Nikko dan Kamakura didominasi oleh jalur tangga batu yang tinggi serta jalanan kerikil yang luas. Pastikan Anda mengenakan sepatu kets yang nyaman agar kaki tidak lekas merasa lelah selama menjelajahi situs sejarah ini.

Jojo

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama